May 29th, 2012 | by Jurnal Akuntansi Keuangan
Fraud, dalam banyak jenis dan modus, sudah menjadi permasalahan klasik di dalam aktivitas bisnis, sejak dahulu kala hingga kini. Begitu
May 26th, 2012 | by Jurnal Akuntansi Keuangan
Di tulisan sebelumnya, mengenai perkembangan IFRS, saya sempat menyinggung mengenai hambatan konvergensi IFRS di AS. Salah satunya (yang paling hangat)
May 23rd, 2012 | by Jurnal Akuntansi Keuangan
Mereka yang sudah cukup lama jadi pegawai akuntansi atau konsultan—entah itu konsultan pajak atau konsultan keuangan korporat—pasti pernah diminta untuk
May 20th, 2012 | by Jurnal Akuntansi Keuangan
Masa percobaan (probation time) sangat penting bagi siapapun yang baru mulai menapaki karir di dunia kerja, termasuk karir di bidang
May 17th, 2012 | by Jurnal Akuntansi Keuangan
Untuk yang sudah lama tidak update, seperti saya, harap diketahui bahwa laporan keuangan yang dalam PSAK lama disebut “Neraca”, sekarang
May 12th, 2012 | by Jurnal Akuntansi Keuangan
Bagi seorang calon akuntan atau orang akuntansi pada umumnya, skill teknis akuntansi tergolong yang utama, wajib untuk dikuasai. Apakah dengan
May 10th, 2012 | by Jurnal Akuntansi Keuangan
Emily Chasan—di blognya Wall Street Journal—menyebutkan bahwa, yayasan IFRS yang mengawasi kinerja IASB berencana untuk menjelaskan berbagai hal sehubungan dengan
May 10th, 2012 | by Jurnal Akuntansi Keuangan
Perbedaan metode pengakuan pendapatan bisa membuat perusahaan menjadi nampak lebih profitable atau tidak, nampak sehat atau sakit-sakitan. Lucu dan ajaibnya,
May 5th, 2012 | by Jurnal Akuntansi Keuangan
Kuliah dengan jurusan Akuntansi memiliki kelebihan tersendiri; gampang cari kerja. Seingat saya, belum pernah menemukan Sarjana (atau D3) Akuntansi yang
May 4th, 2012 | by Jurnal Akuntansi Keuangan
Bagi akuntan publik, memeriksa kehandalan sistim pengendalian perusahaan auditee mungkin menjadi tantangan tersendiri. Bagi akuntan yang bekerja di perusahaan, merancang
May 1st, 2012 | by Jurnal Akuntansi Keuangan
Akuntansi pendapatan sekilas nampak sederhana, tetapi menjadi makin rumit ketika didalami. Dalam menetukan kapan pendapatan (revenue) bisa diakui, meskipun PSAK
April 29th, 2012 | by Jurnal Akuntansi Keuangan
Ini suplemen dari seri “Prosedur Dasar Audit”—sebagai pelengkap untuk memahami pemeriksaan risiko dalam proses audit. Masih ditulis oleh non-auditor (cuma
Komentar