Published on October 31st, 2011 | by Jurnal Akuntansi Keuangan
Dahulu hanya perusahaan berstatus importir besar saja yang dibikin sibuk oleh urusan administrasi impor, termasuk menjurnal PPN dan PPh Impor (pasal 22) tentunya. Seiring perkembangan ekonomi dan terjangan arus ‘perdangan-global’ yang kian deras—terutama sekali perdagangan elektronik ... Read More →
Published on October 13th, 2011 | by Jurnal Akuntansi Keuangan
Di tulisan sebelumnya saya sudah bahas penyebab mengapa penjualan ekspor kerap dianggap penjualan lokal dan dikenakan PPN oleh pemeriksa pajak. Saya kilas-balik sedikit. Dua kasus yang paling sering saya temui, yaitu: (1) penjualan ekspor melalui kurir ... Read More →
Published on October 8th, 2011 | by Jurnal Akuntansi Keuangan
“Lho koq bisa? Bukankah penjualan ekspor seharusnya tidak kena PPN?”, mereka yang paham PPN mungkin bertanya. Sesungguhnya bukan tidak kena, melainkan karena pemerintah sedang mendorong pertumbuhan ekspor, maka tarif PPN-nya dikenakan nol persen. Dengan kata lain, ... Read More →
Published on August 22nd, 2011 | by Jurnal Akuntansi Keuangan
Bagi teman-teman akuntan yang menangani perusahaan impotir, memahami cara menghitung bea dan menjurnal bea masuk impor sangat penting. Dan untuk sungguh-sungguh memahaminya, terlebih dahulu harus tahu struktur dan elemen-elemen biaya yang mempengarui nilai bea masuk, serta ... Read More →
Komentar