Bimbingan Karir Tips Melamar Kerja dan Interview Kerja Bidang Akuntansi

Published on April 15th, 2012 | by Jurnal Akuntansi Keuangan

3

Tips Melamar Kerja dan Interview-Kerja Untuk Anak Akuntansi (Bag-1)

Setelah lulus sekolah/kuliah Akuntansi, mau kemana? Sebagian mungkin melanjutkan pendidikan, sebagiannya lagi mungkin langsung bekerja. Saya tahu, sudah begitu banyak (di luaran sana) tips mengenai melamar kerja dan interiew-kerja untuk pertamakalinya. Tetapi, sejauh yang saya ketahui, rata-rata menggunakan common-sense—satu formula yang diberlakukan untuk semua keadaan. Pada kenyataannya, tidak demikian.

Tanpa bermaksud mengkslusifkan, pada kenyataannya melamar kerja dan interview-kerja untuk kandidat pegawai di bidang akuntansi dan keuangan, memang typikal. Dalam pengertian: calon pemberi kerja (HRD atau Chief Accountant atau Partner atau Direktur Perusahaan) menggunakan approach yang berbeda—jika dibandingkan dengan saat menghadapi kandidat untuk calon pegawai di bidang lainnya.

Khusus anak akuntansi dan keuangan, apa yang perlu diketahui dan dipersiapkan dalam memasuki dunia kerja—melamar kerja dan interview-kerja? Bagaimana bersikap? Apa yang penting untuk diperhatikan?

 

Melamar Kerja: Surat Lamaran Anda Mungkin Nyangkut di Post Satpam

Berprasangka buruk, bukan sesuatu yang baik. Itulah yang ada dibenak saya, ketika melamar kerja untuk pertamakalinya. Sampai pada suatu ketika, kakak kelas yang kebetulan sudah bekerja di perusahaan dimana saya melamar, bercerita:

Untung pas jam pulang, entah mengapa, aku pengen ngelirik ke tong sampah di sebelah post satpam. Dan aku langsung ngenali map surat lamaran kamu, nyangsang disana. Jadi aku ambil, lalu serahkan ke HRD.”

Kakak kelas sekaligus sahabat baik hati (yang entah dimana sekarang berada), semalam sebelum saya memasukan lamaran, memang menemani saya saat membeli stationary—termasuk map lamaran itu. Tahunya di kantor itu ada lowonganpun, dari dia (kkn.com hehehe.) Untungnya dia ngeh. Ha ha…

Mungkin anda pikir; tak mungkin satpam buang surat lamaran ke tong sampah. Kenyataannya itu bukan hal yang aneh. Motivasi utamanya: karena kerabat sang satpam juga melamar kerja di tempat yang sama. Dan kepentingan yang sama sangat mungkin dihidap oleh pegawai HRD itu sendiri.

Itu sebabnya, setiap kali memerlukan pegawai accounting baru, saya selalu ingat memberitahu HRD akan 2 hal: (a) saya tidak mengijinkan mereka untuk pasang iklan dua kali; dan (b) saya mau banyak kandidat yang diajukan. Itu artinya mereka harus memastikan jangan sampai ada surat lamaran yang sengaja ditahan atau dibuang di tong sampah, oleh siapapun. Semua surat lamaran harus sampai ke tangan saya—tak peduli itu qualified atau tidak.

Maksud saya: jika ada pilihan mengirim lamaran via post atau email, selalu lebih baik via email.

 

Tahukah Anda: Membuka Attachment Yang Lelet Adalah Menyebalkan?

Beberapakali saya meneima email surat lamaran yang file attachmentnya bisa berjejer-jejer, belum lagi filenya besar-besar, sehingga lelet saat didownload. Di lingkungan binis, segala bentuk pemborosan adalah tidak baik. Lagipula, sangat menyebalkan jika harus mendownload file bermenit-menit.

Oleh sebab itu, saya selalu merekomendasikan surat lamaran yang sederhana, mudah dipahami dan bisa didownload dengan cepat. Caranya?

  • Surat Lamaran – Tidak usah dibuat terpisah lalu diattach diemail, langsung saja ketik di email. Jika anda merasa tidak yakin untuk langsung mengetik di email, bisa dibuat di Ms Word dahulu, lalu di copy+paste ke email (tidak di attach). Dengan begitu anda sudah mengurangi satu file attachment. Isi surat lamaran? Jangan lebih dari satu halaman Ms. Words. Untuk lamaran ke perusahaan swasta, lupakan template format lamaran kerja dari Disnaker, gunakan bahasa dan selera anda sendiri. Yang penting menggunakan bahasa formal dan mudah dimengerti. Tidak tahu orang lain, saya selalu lebih suka membaca surat lamaran yang saat dibaca seolah-olah sedang menghadapi pelamarnya langsung, bukan rekaman template lamaran kerja yang seragam. Apalagi jika saya bisa merasakan kepribadian si pelamar; keinginannya, kesediaan dan tekad kuatnya untuk belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh.
  • Photo – Attach ukuran photo yang layak untuk lamaran kerja (idealnya 300 x 240px). Jika file photo anda berformat PNG, konversikan ke JPG/JPEG supaya ukuran file menjadi lebih kecil.
  • CV/Resume – Jika anda kirim lamaran via email, CV/resume pastinya diattach di email. Bagaimanapun caranya, usahakan agar CV anda bisa didownload dengan cepat. Supaya bisa didownload dengan cepat, kecilkan ukurkan filenya. Memeperkecil ukuran file artinya: buat CV sesederhana dan seringkas mungkin, hindari penggunaan gambar dan grafis yang tak perlu (alias illustrative semata)—anda akan melamar bagian accounting/keuangan, bukan design grafis.

Next. Anggaplah anda mendapat panggilan interview, apa yang perlu anda persiapkan selanjutnya? Untuk mempermudah, persiapan saya bagi menjadi dua fase utama, yaitu: (a) sebelum hari-H interview; (b) di hari-H saat interview.

 

Hari-hari Menjelang Interview

Jika anda beruntung, pemberitahuan jadwal interview biasanya datang beberapa hari sebelum hari-H-nya. Apa yang perlu anda persiapkan di hari-hari menjelang interview?

1. Siapkan Skill – Skill akuntansi tentu anda sudah punya. Minimal anda menguasai: perlakuan akuntansi semua akun, siklus akuntansi—mulai dari menjurnal hingga penyajian laporan keuangan, pajak, dan sistim pengendalian internal. Jika posisi yang di lamar sudah jelas (misal: Aaccounts Payable Accountant) tetapi anda sudah lupa-lupa ingat mengenai teknis itu, tak ada salahnya membuka-buka buku kembali. Jika ada orang yang anda kenal bekerja di bagian yang sama, tak ada salahnya bertanya-tanya tentang apa yang dia lakukan sehari-hari. Tak perlu seserius menghadapi ujian akhir semester, cukup diingat-ingat kembali.

2. Siapkan Pengetahuan – Pengetahuan yang paling penting dalam menghadapi interview pekerjaan adalah: pengetahuan mengenai perusahaan itu. Sekarang ini hampir semua perusahaan sudah memiliki corporate website, kunjungi websitenya. Buka dan baca bagian “about us/tentang kami”-nya. Dari sana anda bisa mendapat gambaran umum tentang perusahaan itu: apa bidang usahanya, siapa klien/customernya, apakah punya cabang atau tidak, seberapa besar skalanya, dan lain sebagainya. Semakin banyak informasi yang anda ketahui semakin bagus. Tujuannya: supaya anda tahu aka berhadapan dengan siapa saat wawancara nanti dan dimana anda akan bekerja (jika diterima).

Pengetahuan umum yang nyaris selalu luput dari perhatian pelamar adalah pengetahuan mengenai:

[quote]“Apa yang aku inginkan setelah diterima bekerja di situ?[/quote]

3. Siapkan Penampilan – Jarang ada perusahaan yang menyebutkan dress-code dalam surat panggilan interview mereka. Jika situasi ini yang anda hadapi, artinya: mereka menganggap anda sudah tahu etika busana kerja. Bisa jadi pegawai kantor dimana anda melamar menggunakan busana yang agak casual untuk bekerja sehari-hari, tetapi sebagai calon pegawai accounting saya menganjurkan anda untuk menggunakan kemeja tangan panjang (untuk pria) dan blouse (untuk perempuan) sebagai default pakian atas, dan celana panjang/trouser non-jeans (untuk pria) dan skirt/rok (untuk wanita). Warna tak harus hitam-putih, yang penting polos—jika terpaksa bercorak, usahakan jangan yang coraknya ramai. Sepatu dan ikat pinggang? Tahu kan yang namanya sepatu kerja? Yang penting, usahakan untuk tidak menggunakan sepatu dan ikat pinggang yang sudah usang. Tetapi hindari juga penggunaan accessories yang tak perlu. Anda akan menghadiri interview kerja, bukan audisi calon model iklan.

Hal yang paling penting disadari di sini, rata-rata penginterview menggunakan common-sense, bahwa:

[quote]Penampilan mencerminkan karakter, keperibiadan sekaligus etos kerja anda—meskipun pada kenyataannya tidak selalu demikian. Default-nya: rapi dan resmi. Jika untuk merapikan dan membereskan diri-sendiri saja tidak becus, bagaimana anda mampu merapikan dan membereska pekerjaan?[/quote]

4. Siapkan Waktu – Ya. Tentu anda sudah tahu tanggal dan jam kapan interview akan dilaksanakan. Yang mungkin belum anda ketahui adalah: apakah anda bisa tiba di tempat interview dengan tepat waktu? Jika ini adalah kali pertama anda menghadapi interview, maka saya berani mengatakan bahwa pertanyaan ini tidak cukup hanya dijawab dengan kata “bisa”. Anda perlu persiapan yang lebih konkret dari sekedar ucapan “bisa.” Misalnya: sore hari sebelum hari-H interview, anda meluangkan waktu untuk mendatangi lokasi interview—sekaligus mencoba rute yang akan anda lalui dari tempat tinggal ke lokasi interview. Mengukur dengan pasti berapa lama waktu yang akan anda gunakan di perjalanan sebelum tiba di tempat interview, sehingga anda bisa memastikan jam berapa anda harus berangkat dari rumah. Jika waktu interviewnya pagi dan anda kebetulan bukan orang yang biasa bangun pagi, mungkin anda perlu belajar membiasakan diri untuk bangun pagi-pagi sejak jauh-jauh hari sebelum hari-interview tiba. Mungkin anda perlu tidur lebih awal agar bisa bangun lebih dini di pagi hari. Yang paling penting untuk anda sadari di sini adalah:

[quote]Hadir tepat waktu saat interview adalah ukuran mengenai kemampuan anda dalam mengelola waktu. Jika saat interview saja anda sudah tidak bisa datang tepat waktu, bagaimana setelaha anda bekerja bertahun-tahun?[/quote]

Persiapan yang tak kalah pentingnya selain skill, pengetahuan, penampilan, dan waktu, adalah: PERSIAPAN MENTAL.

Saya tahu, setiap kali kita bicara mental, sering terjebak pada generalisasi hingga menjadi kabur, absurd, dan tidak jelas. Ujung-ujungnya menggunakan common-sense yang akhirnya berakhir pada kesimpulan: “ah…yang penting datang saja”. Saya sangat tidak menganjurkan hal itu. Dan membaca tulisan saya, anda harus mendapat sesuatu. Apa sesuatu itu?

Sebagai anak accounting, anda harus memiliki mentalitas yang kuat, tenang, cerdas, dan disiplin. Interview hanya sebagian kecil dari pressure pekerjaan accounting yang sesungguhnya. Mentalitas yang paling penting untuk anda miliki, dalam konteks ini adalah menyadari bahwa: Anda sedang memasuki dunia kerja yang samasekali berbeda dengan dunia kampus.

[quote]Setiap pekerjaan—apapun jenisnya—membutuhkan komitmen yang tinggi. Komitmen yang tinggi hanya dimiliki oleh orang yang sudah dewasa. Dewasa artinya: mandiri, disiplin, rasional (mampu menggunakan akal di atas perasaan), pro-aktif (bukan reaktif), dan siap menghadapi segala macam keadaan.[/quote]

Apakah anda sudah dewasa? Apakah anda sudah mandiri—berpikir dan bertindak menggunakan daya nalar sendiri? Apakah anda sudah disiplin? Apakah anda sudah cukup rasional? Apakah sudah siap berpindah dari dunia kampus ke dunai kerja? Anda sudah dewasa atau belum, siap atau tidak, yang jelas anda BUKAN SATU-SATUNYA KANDIDAT. Kecuali anda yang paling siap dan paling pantas, selalu ada orang lain yang lebih siap dan lebih pantas. Itu pasti. Di bagian kedua nanti saya akan bahas mengenai: menghadapi interview (yang sesungguhnya) khusus untuk anak akuntansi dan keuangan. Saya bukan orang HRD, tetapi saya pernah menghadapi interview dan pernah menginterview calon pegawai accounting berkali-kali juga.

Tags: , , , ,


About the Author

Seorang Akuntan yang prihatin akan mahalnya biaya pendidikan dan bahan ajar, khususnya terkait dengan bidang Akuntansi, Keuangan dan pajak di Indonesia.



3 Responses to Tips Melamar Kerja dan Interview-Kerja Untuk Anak Akuntansi (Bag-1)

  1. WAHYU says:

    sepakat JAK, siip
    ditunggu bagian keduanya….

  2. rini says:

    okey….sy tunggu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Back to Top ↑