Belajar Akuntansi, Keuangan dan Pajak, tak harus tegang.


Lebih penting lagi, tak harus bayar. Jika bermanfaat, dishare saja


Siapa Pemain Utama Dalam Struktur Keuangan Perusahaan?

Siapa Pemain Utama Dalam Struktur Keuangan Perusahaan?

Siklus keuangan dalam suatu persahaan sudah saya bahas di tulisan sebelumnya. Di tulisan ini saya akan bahas mengenai siapa saja yang menjadi pemain utama dalam struktur keuangan perusahaan, team apa saja yang ada di dalamnya, dan apa saja yang menjadi tugas utama mereka masing-masing dalam menjaga kelangsungan siklus keuangan perusahaan.

Dalam perusahaan berskala menengah ke atas—apapun jenis dan bidang usahanya, peranan bagian keuangan sangat vital. Tanpa bermaksud mengecilkan peranan bagian lain, pada kenyataannya perusahaan akan lumpuh jika siklus keuangan tidak berjalanan dengan baik. Dan satu-satunya yang mampu menjalankan tugas ini hanya bagian keuangan.

“Mengapa bagian keuangan? Bukankah tanpa promosi dan pemasaran perusahaan tidak akan menghasilkan penjualan? Bukankah tanpa bagian produksi perusahaan tidak akan menghasilkan barang atau jasa yang bisa dijual?” Mungkin ada yang bertanya seperti itu.

Pertanyaan sekaligus argumentasi yang sangat pintar. Tentu saja masing-masing bagian dalam perusahaan selalu penting. Saya yakin perusahaan tidak akan membuat bagian yang tidak penting. Tetapi coba lihat beberapa contoh kasus berikut ini:

Bagian marketing membuat rencana pemasaran A, B, dan C. Menurut bagian pemasaran rencana terbaik adalah rencana A. Apa yang terjadi jika bagian keuangan menilai bahwa rencana A tidak menguntungkan? Tidak boleh dijalankan. Karena bagian keuanganlah yang bertanggungjawab untuk memastikan uang (dan aset lain) yang dipergunanakan untuk menjalankan rencana tersebut tidak akan hilang, malah harus kembali dalam jumlah yang lebih besar.

Kasus lain, bagian produksi mengalami bottle-neck, produksi tersendak-sendat sehingga kemungkinan besar target waktu penyelesaian barang tidak akan terkejar. Untuk itu bagian produksi bermaksud melakukan antisipasi dengan melakukan kerja lembur selama satu minggu berturut-turut. Apa yang akan terjadi jika bagian keuangan menilai aktivitas lembur tersebut akan menimbulkan kerugian lebih besar dibandingkan jika target waktu tidak tercapai? Lembur tidak akan boleh dilakukan.

Hal yang sama akan terjadi jika bagian produksi ingin menggenjot volume produksi dengan menambah jumlah mesin, sementara bagian keuangan menilai return of investment (ROI) atas pembelian mesin, rendah. Maka rencana pembelian mesin tidak boleh dilaksanakan.

Cukup. Berikutnya, siapa saja yang ada di bagian keuangan, apa saja tugas mereka? Dengan melihat ini, mungkin anda bisa mengidentifikasi: Dalam perjalanan karir, dimanakah posisi anda sekarang? Posisi apa yang seharusnya menjadi target anda selanjutnya?

Chief Financial Officer (CFO)

Posisi tertinggi di bagian keuangan adalah Chief Financial Officer (CFO). Perusahaan tertentu mungkin menyebutnya “Vice President of Financial” atau Direktur Keuangan. Seorang CFO bertanggung jawab langsung terhadap Chief Executif Officer (CEO) atau ke President Director yang bertanggungjawab terhadap dewan direksi (board of directors) dan Chairman (Komisaris).

Secara teknis seorang CFO memiliki status yang sejajar dengan vice president lainnya (marketing, produksi/manufacturing, engineering dan HRD. Itu jika dilihat dalam struktur organisasi perusahaan tradisional—jaman dahulu. Dalam kenyataannya, CFO adalah orang terpenting (dan paling berkuasa) kedua dalam suatu perusahaan, setelah CEO.

Jika ada yang penasaran, dan berpikir: mengapa demikian? Karena semua siklus opersional perusahaan tidak akan berjalanan tanpa uang (dana) dan kefektifan pengunaan dana adalah wewenang dan tanggung jawab CFO—mulai dari perenecanaan, alokasi, penggunaan, hingga pengukuran hasil akhir operasional persahaan menjadi tanggungjawab sekaligus wewenang CFO. Sehingga oleh dewan direksi dan pemegang saham, CFO dipandang sebagai orang yang paling banyak mengetahui seluk beluk operasional perusahaan dari hulu hingga hilir, dari awal hingga akhir siklus.

Itu pula sebabnya mengapa kebanyakan posisi CEO di perusahaan-perusahaan besar lebih banyak digantikan oleh CFO dibandingkan direktur dari bagian lain. Stephen Bollenbach and Doug Ivester hanya dua contoh paling nyata.

Bollenbach, sebelum menduduki posisi CEO di jaringan Hilton Hotel, adalah CFO untuk Marriott Hotel. Di kelompok Mariott, dia mendapat penghargaan tinggi atas pernanannya dalam melekaukan pemecahan Mariott menjadi Host Marriott—pengelola hotel, dan Marriott International—pengelola real estate. Setelah itu Bollenbach pindah Walt Disney Co. menduduki posisi CFO yang pada saat itu berhasil mengakuisisi Capital Cities (salah satu perusahaan di bawah ABC Group). Hingga pada akhirnya Bollach menjadi CEO-nya Hilton Hotels.

Doug Ivester adalah CFO-nya Coca-Cola Enterprise. Di Cola-Cola Dough berperan membebaskan perusahaan itu dari belitan hutang dan merosotnya bottling devision, sekaligus membebaskan hutang yang membelit Coke. Selanjutnya Dough menduduki posisi CEO di persahaan minuman raksasa dunia itu.

Tidak ada aturan resmi yang mengatakan bahwa posisi CFO harus diisi oleh orang keuangan yang memegang gelar MBA. Tapi pada kenyataannya, kebanyakan CFO perusahaan besar saat ini disamping sangat mamhir dalam urusan akuntansi dan keuangan, juga sangat memahami pengelolaan business—yang mana bisa dicapai dengan mengambil study MBA—tentunya dari universitas-universitas ternama.

Team Apa Saja Yang ada Di Bagian Keuangan Setelah CFO?

Para pemain di bagian keuangan, di bawah CFO terdiri dari 2 team besar, yaitu: (a) Team Pengukur/Pemeriksa (The Measurer); dan (b) Team Pelaksana (The Executor). Sedangkan fungsi perencanaan di lakukan secara bersama-sama oleh kedua team ini. Saya gambarkan dengan chart sederhana di bawah ini:

Team pengukur (The Measurer) lebih banyak melakukan fungsi pengukuran, pemeriksaan dan perencanaan keuangan. Sedangkan team Pelaksana (The Executor) lebih banyak berfokus di Pelaksanaan dan Perencanaan.

Misalnya: Seorang Tax Accountant, disamping melakukan assessment (pemeriksaan) terhadap kewajiban pajak perusahaan, dia juga berperanan dalam membuat perencanaan untuk meminimalkan biaya pajak atas opersional perusahaan secara keseluruhan.

Team pengukur dipimpin oleh seorang Controller, sedangkan di team pelaksana dipimpin oleh seorang Treasurer. Diantara mereka berdua, dalam banyak kasus, jika seorang CFO tidak ada (naik jabatan ke CEO atau pindah perusahaan lain), posisi CFO lebih banyak digantikan oleh seorang Controller dibandingkan Treasurer. Hal itu disebabkan oleh karena Controller dipandang memiliki bidang tugas yang lebih luas, dimana nyaris semua bagian perusahaan tidak luput dari pengawasan (measurement and assessment)-nya. Sehingga controller dianggap memiliki perspektif yang lebih luas dibandingkan Treasurer.

Apa saja tugas utama seorang controller dan staff apa saja yang ada di bawahnya? Apa tugas utama seorang Treasurer dan staff apa saja yang ada di bawahnya? Akan saya bahas di tulisan berikutnya.

Mr. JAK

Mr. JAK

Seorang Akuntan yang prihatin akan mahalnya biaya pendidikan dan bahan ajar, khususnya terkait dengan bidang Akuntansi, Keuangan dan pajak di Indonesia.



Related Articles

Struktur Modal Perusahaan: Debt Vs. Equity, Mana yang Terbaik?

Kecuali dalam skala kecil, struktur modal perusahaan tidak ada yang murni berasal dari satu sumber saja. Selalu merupakan kombinasi atau

6 Rasio Keuangan Terpenting Di Saat Krisis (Bag-1)

Untuk perusahaan yang sedang mengalami krisis, ada beberapa rasio keuangan yang super-penting untuk diawasi dengan ketat. Tak peduli itu krisis

Cara Mencegah Risiko Kerugian Selisih Kurs

Jika transaksi perusahaan anda banyak menggunakan mata uang asing, maka risiko “rugi selisih kurs” pasti ada. Semakin sering transaksi terjadi

  1. Jaka Mahendra
    Jaka Mahendra 10 December, 2011, 10:08

    keren gan.
    dalam filosofi bisnis China pun, sektor keuangan selalu dipegang oleh pemiliknya sendiri. Karena mereka sadar pengelolaan keuangan yang baik adalah pondasi perusahaan yang harus pertama kali diperhatikan.

    Reply this comment

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*