Jurnal Akuntansi Keuangan (JAK), tempat belajar Akuntansi, Keuangan dan Pajak!

Jurnal Koreksi (Pembetulan) Kesalahan Untuk Periode Yang Sama

Jurnal Koreksi (Pembetulan) Kesalahan Untuk Periode Yang Sama

Jurnal koreksi diperlukan untuk memperbaiki kesalahan pencatatan transaksi (baik yang diketahui di periode yang sama maupun yang yang berbeda). sesederhana itu teorinya. Pada kenyataannya, tidak sedikit teman-teman di bagian akuntansi tidak yakin (lalu menjadi tidak cukup percaya diri) dalam melakukan koreksi, takut salah. Tetapi, bisa saya maklumi.

Penggunaan istilah jurnal koreksi (pembetulan) sering ditukar atau dicampuradukan dengan jurnal penyesuaian. Padahal sudah jelas, secara harfiah yang namanya koreksi ya untuk memperbaiki kesalahan. Sedangkan jurnal penyesuaian diperlukan hanya untuk menyesuaikan pencatatan akibat penggunaan metode akrual, pengalokasian beban secara gradual, atau akibat adanya perubahan kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh perusahaan (misal: perubahan estimasi atau metode penghitungan). Bukan untuk melakukan koreksi terhadap kesalahan pencatatan!

Tidak sedikit teman-teman pegawai accounting (terutama pemula) yang dibikin bingung oleh kedua istilah ini. Penggunaannya menjadi simpang siur—parahnya kesimpangsiuran ini mengakibatkan sulitnya memahami cara memperbaiki kesalahan pencatatan (jurnal) atau

Lupakan kesimpangsiuran itu. Di seri ini saya akan khusus membahas jurnal koreksi untuk memperbaiki kesalahan pencatatan. Sedangkan jurnal penyesuaian akan saya bahas dalam seri khusus di kesempatan lain.

Pada dasarnya, semua jenis kesalahan—jika memungkinkan, seharusnya dikoreksi. Namun ada beberapa kondisi yang membuat tidak semua kesalahan memerlukan jurnal koreksi—karena akan betul dengan sendirinya di periode (bulan/tahun) berikutnya. Kesalahan seperti apa yang membutuhkan jurnal koreksi/pembetulan dan kesalahan seperti apa yang tidak? Bagaimana membuat jurnal koreksi?

Kesalahan pencatatan bisa saja diketehaui di periode yang sama (misal: transaksi periode 2011 kesalahannya diketahui di tahun 2011) atau di periode yang berbeda (transaksi tahun 2011 baru diketahui di tahun 2012).

Agar tidak membingungkan sekalilagi saya akan tetap memakai istilah jurnal koreksi termasuk untuk kesalahan yang diketahui di periode yang sama.

Kesalahan bisa berupa kesalahan klasifikasi atau kesalahan jumlah (salah hitung atau salah input):

1. Kesalahan Klasifikasi – Untuk kesalahan klasifikasi, tinggal dibuatkan jurnal reklasifikasi. Misalnya: PT. JAK menggunakan periode buku tahunan. Tanggal 25 Agustus 2011 diketahui terjadi kesalahan pencatatan atas transaksi tanggal 10 Juli 2011 berupa pembelian mesin senilai Rp 60,000,000 yang dimasukan ke dalam kelompok ‘Aktiva Tetap Bangunan’. Karena kesalahan diketahui di periode yang sama—dimana penyusutan atas aktiva tetap tersebut belum dicatat, maka yang di reklasifikasi hanya nilai perolehannya, sehingga jurnal reklasifikasinya adalah sbb:

[Debit]. Aktiva Tetap – Mesin = Rp 60,000,000

[Credit]. Aktiva Tetap – Bangunan = Rp 60,000,000

 

2. Kesalahan Jumlah – Misalnya: Pada tanggal 25 Agustus diketahui telah terjadi kesalahan pencatatan atas pembayaran listrik tanggal 15 Agustus 2011 yang sebesar Rp 15,000,000 dimasukkan hanya Rp 1,500,000. Koreksi atas kesalahan jumlah bisa dilakukan dengan cara memasukan jumlah selisihnya:

[Debit]. Biaya Listrik = Rp 13,500,000

[Credit]. Kas/Utang PLN = Rp 13,500,000

(Rp 15,000,000 – Rp 1,500,000 = Rp 13,500,000)

Kesimpulan: Kesalahan apapun, di kelompok akun manapun, jika diketahui di periode yang sama, saya menyarankan sebaiknya langsung dibuatkan jurnal koreksi. Lalu bagaimana jika kesalahan diketahui di periode yang berbeda? Apakah memerlukan jurnal koreksi? Bagaimana menganalisanya? Bagimana membuat jurnal koreksinya? Silahkan di baca kelanjutannya di: Jurnal Koreksi Untuk Kesalahan Di Periode Yang Berbeda.

Mr. JAK

Mr. JAK

Seorang Akuntan yang prihatin akan mahalnya biaya pendidikan dan bahan ajar, khususnya terkait dengan bidang Akuntansi, Keuangan dan pajak di Indonesia.



Related Articles

Mau Belajar Akuntansi: Mulai Dari Mana (Bag-1)

Kalau mau belajar akuntansi untuk pertama kalinya, sebaiknya dari mana mulainya? Ini pertanyaan yang lumrah dan sering diajukan, tetapi sungguh

Laporan Internal Manajemen: Sudahkah Anda tahu?

Laporan internal manajemen, apa yang anda bayangkan? Oke saya ubah pertanyaannya: Sebagai orang akuntansi dan keuangan, laporan apa saja yang

IASB Terbelit Masalah Keuangan (Defisit 2 Juta Dollar)

International Accounting Standards Board (IASB) menghadapi berbagai pertanyaan dari banyak pihak sehubungan dengan masalah keuangan yang sedang membelit mereka. Salah

  1. Angga
    Angga 19 December, 2012, 09:35

    Ada beberapa kasus yang membingungkan bagi saya untuk melakukan penjurnalan, sbb ;
    1. Belum direklasnya uang muka pembangunan gedung sebagai asset. Pembangunan gedung tersebut selesai di bulan Juni dan baru ketahuan di bulan Nopember pada periode yang sama. Bagaimana jurnal koreksinya dan pembuatan vouchernya apakah harus disisip pada bulan Juni atau masuk koreksi bulan desember berikut dengan beban penyusutannya ?
    2. Untuk pekerjaan renovasi interior bangunan kantor yang disewa untuk 2 tahun, apakah dapat diakui sebagai asset ? Apabila bisa diakui sebagai asset masuk kelompok berapa y ?

    Mohon bantuannya untuk penyelesaian kasus di atas. Terima kasih.

    Reply this comment

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*