Belajar Akuntansi, Keuangan dan Pajak, tak harus tegang.


Lebih penting lagi, tak harus bayar. Jika bermanfaat, dishare saja


Cara Menghitung dan Menjurnal Bea Masuk Impor

<b>Cara Menghitung dan Menjurnal</b> Bea Masuk Impor

Bagi teman-teman akuntan yang menangani perusahaan impotir, memahami cara menghitung bea dan menjurnal bea masuk impor sangat penting. Dan untuk sungguh-sungguh memahaminya, terlebih dahulu harus tahu struktur dan elemen-elemen biaya yang mempengarui nilai bea masuk, serta hubungan diantara elemen-elemen tersebut. Tetapi, di tulisan ini, saya akan menggunakan pendekatan terbalik.

Saya akan langsung bahasa cara menghitung dan menjurnalnya terlebih dahulu, baru kemudian struktur dan elemen-elemennya.

 

Menghitung Bea Masuk Impor

Dalam perdagangan impor umum, importir menanggung beban bea masuk atas barang yang diimpor (dimasukan ke dalam wilayah pabean Indonesia). Berapa besarnya?

Berikut adalah formula perhitungan sederhananya:

Bea Masuk = (C+I+F) x Tarif

Dimana:

C = Cost

I = Insurance Premium

F = Freight

 

Contoh Kasus:

PT. JAK mengimpor 2000 pcs pakaian jadi dari Perancis dengan harga USD 6/pc. Ongkos kirim barang via udara USD 1000. Pengiriman dilindungi dengan asuransi berpremi USD 250. Dari BTBMI Bea Cukai diketahui bahwa kode HS pakaian jadi yang diimpor adalah 3926.20 dengan tarif 15%. Berapa bea masuknya?

Bea Masuk = (C+I+F) x Tarif
Bea Masuk = [(2000 x $6) + $1000 + $250] x 15%
Bea Masuk = [$12,000 + $1000 + $250] x 15%
Bea Masuk = $13,250 x 15%
Bea Masuk = $1,987.50

Tentu yang dibayarkan ke Ditjen Bea Cukai melalui bank persepsi dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan rate (nilai tukar) mingguan yang diterbitkan oleh Bea Cukai (Catatan: rate mingguan Bea Cukai biasanya sama dengan rate pajak dan rate bank Indonesia).

Katakanlah, rate mingguan pada saat impor terjadi adalah Rp 8000, maka besarnya bea masuk yang harus dibayarkan ke kas negara via bank persepsinya Bea Cukai adalah $1,987.50 x Rp 8000 = Rp 15,900,000,-

 

Menjurnal Bea Masuk Impor

Setelah bea masuk diketahui, tinggal dijurnal. Pertanyaannya: bea masuk ini masuk kelompok mana?

Bea masuk impor, bersama-sama unsur lainnya masuk ke dalam kelompok ‘Harga Pokok Penjualan (HPP)’ atau ‘Cost of Goods Sold (COGS)’—jika menggunakan bahasa Inggris. Jika laporan keuangan perusahaan menggunakan mata uang Rupiah, maka masing-masing cost di kalikan dengan rate yang digunakan. Katakanlah rate yang digunakan kebetulan sama dengan rate bea cukai, maka:

Pakaian Jadi = $12,000 x 8000 = Rp 96,000,000

Freight = $1,000 x 8000 = Rp 8,000,000

Asuransi = $250 x 8000 = Rp 2,000,000

Bea Masuk = $1,987.50 x 8000 = 15,900,000

Dengan demikian maka jurnal atas bea masuk impor-nya adalah:

[Debit]. Harga Pokok Penjualan – Bea Masuk = Rp 15,900,000

[Credit] Utang – Bea Masuk = Rp 15,000,000

(Untuk mengakui cost bea masuk impor)

Pada saat dibayarkan ke bank persepsi jurnalnya:

[Debit] Utang – Bea Masuk = Rp 15,000,000

[Cerdit]. Kas  = Rp 15,900,000

Sedangkan jurnal untuk pakaian jadi yang diimpor, ongkos kirim (freight) dan premi asuransinya masing-masing dijurnal sbb:

[Debit]. Harga Pokok Penjualan – Persediaan Barang Jadi = Rp 96,000,000

[Credit]. Utang – Esprit De Corp = Rp 96,000,000

(Untuk mengakui pembelian barang jadi $12,000 x 8000)

dan:

[Debit]. Harga Pokok Penjualan – Freight = Rp 8,000,000

[Credit]. Utang – DHL = Rp 8,000,000

(Untuk mengakui beban ongkos kirim $1000 x 8000)

serta:

[Debit]. Harga Pokok Penjualan – Asuransi Impor = Rp 2,000,000

[Credit]. Utang – ABC Insurance = Rp 2,000,000

(Untuk mengakui beban premi asuransi $12,000 x 8000)

Jadwal Harga Pokok Penjualan perusahaan diakhir periode akan nampak seperti di bawah ini:

Mudah bukan?

Iya mudah karena semua angka telah saya sediakan. Pada prakteknya, angka-angka itu harus anda cari sendiri. Harga pembelian tentunya bisa dilihat dari invoice (nota pembelian). Bagaimana jika dalam proses pembelian barang tersebut melalui perantara atau distributor tertentu? Bagaimana jika ada potongan harga?

Premi asuransi, pada kenyataannya tidak selalu tersedia—lebih sering impor yang dilakukan oleh perusahaan tidak dilindungi dengan asuransi, sementara untuk menghitung bea masuk harus ada elemen asuransinya. Bagaimana cara mencarinya?

Demikian juga tarif, darimana saya tahu tarif bea masuk untuk pakaian jadi adalah 15%? Bagaimana jika yang diimpor adalah handphone misalnya, berapa kode HS-nya, berapa tarif bea masuknya?

Dan perlu diketahui, biaya yang timbul dari proses impor bukan hanya bea masuk, tetapi juga ada unsure PPN Impor dan PPh-nya, juga ada biaya clearance, biaya bongkar di airport atau di pelabuhan. Bagaimana cara menghitungnya dan bagaimana perlakuan dari unsur-unsur tersebut?

Rasanya tidak berlebihan kalau saya katakana bahwa untuk menjawab semua pertanyaan itu, anda harus menguasai prosedur dan tehnis opersional ekspor impor. Tetapi jangan khawatir, saya akan bahasa semua itu secara bertahap di JAK. Untuk sementara saya sarankan agar subscribe via email atau bookmark JAK—sehingga anda bisa kembali ke JAK dengan mudah untuk mengikuti pembahasan selanjutnya.

Mr. JAK

Mr. JAK

Seorang Akuntan yang prihatin akan mahalnya biaya pendidikan dan bahan ajar, khususnya terkait dengan bidang Akuntansi, Keuangan dan pajak di Indonesia.



Related Articles

Syarat (Kriteria) Aktiva Tetap Dimiliki Untuk Dijual (PSAK58)

Salah satau syarat atau kriteria agar suatu aktiva bisa dimasukan ke dalam kelompok aktiva tetap adalah: dimiliki utamanya TIDAK dengan

Apa Itu Obligasi (Bond), Apa Saja Jenis-jenisnya?

Apa itu obligasi (bond)? Pada dasarnya, obligasi atau ‘bond‘ adalah janji yang ditulis oleh sebuah perusahaan untuk membayar pokok pinjaman,

Apakah Bank Itu Tuhan?

Kata Mas bro Bob (adminnya JAK), mungkin ini artikel akuntansi paling ‘galau’ yang pernah anda baca, sampai mikir apakah bank

15 komentar

Silahkan Berkomentar
  1. Pras
    Pras 25 August, 2011, 17:10

    Bea Masuk = (C+I+F) x Tarif

    Bea Masuk = [(2000 x $6) + $1000 + $250] x 10%

    Bea Masuk = [$12,000 + $1000 + $250] x 10%

    Bea Masuk = $13,250 x 15%

    Bea Masuk = $1,987.50

    Banyak salah ketik ya pak/bu..? kelanjutannya saya jadi bingung.. hehe

    Reply this comment
    • Administrator
      Administrator Author 25 August, 2011, 18:35

      Ah, iya. Saya lupa mengubah tarif, mestinya15% (bukan 10%), untuk itu sudah saya koreksi. Terimakasih Mas Pras sudah memberitahukan.

      Saya Bob, laki-laki. salam kenal Mas Pras.

      Reply this comment
      • denny
        denny 5 September, 2011, 09:11

        saya ingin beli barang dr china berupa mainan elektronik bentuk hewan yang berat totalnya 50 kg.harga mainan itu $1370 dan ongkirnya $329.terus kalo sudah sampe di surabaya via tanjung perak berapa biaya yg harus saya siapkan untuk mengeluarkan barang saya ? seperti bea cukai, pajak”,dll?terima kasih pak sebelumnya.

        Reply this comment
        • Administrator
          Administrator Author 5 September, 2011, 14:53

          Mas Denny,

          Berarti CIF-nya kurang-lebih $1,7850, ya Mas Denny. Berikut ini hanya estimasi kasar:

          (a) Estimasi CIF (harga FOB+ ongkir + insurance) =$1,785.00
          (b) Estimasi Bea Masuk (15% x $1785) =$ 267.75
          (c) DPP PPN Import (a + b) =$2,052.75
          (d) PPN Import (10% x c) =$ 205.28
          (e) PPH Import (7.5% X c) =$ 153.96

          Estimasi Total Biaya Di luar Ongkir (b+d+e) =$ 626.98

          Saya perkirakan nanti pada kenyataannya kemungkinan di bawah itu. Untuk angka persis-nya nanti pihak courier pasti info ke anda.

          Untuk angka persis-nya

          Reply this comment
  2. denny
    denny 5 September, 2011, 09:13

    saya ingin beli barang dr china berupa mainan elektronik bentuk hewan yang berat totalnya 50 kg.harga mainan itu $1370 dan ongkirnya $329.terus kalo sudah sampe di surabaya via tanjung perak berapa biaya yg harus saya siapkan untuk mengeluarkan barang saya ? seperti bea cukai, pajak”,dll?terima kasih pak BOB sebelumnya.

    Reply this comment
  3. denny
    denny 5 September, 2011, 09:13

    saya ingin beli barang dr china berupa mainan elektronik bentuk hewan yang berat totalnya 50 kg.harga mainan itu $1370 dan ongkirnya $329.terus kalo sudah sampe di surabaya via tanjung perak berapa biaya yg harus saya siapkan untuk mengeluarkan barang saya ? seperti bea cukai, pajak”,dll?terima kasih pak sebelumnya

    Reply this comment
  4. winni
    winni 21 October, 2011, 12:09

    maav saya mau tanya kalo ada soal yang kaya gini gimana sii cara pengerjaannya??
    1. Seorang importir tidak mempunyai API (Angka Pengenal Impor), mengimpor
    barang dari Eropa senilai FOB 15,000 (Euro) dengan kurs 1 Euro = Rp 14,000.
    Barang tersebut dikenakan Bea Masuk 30%, PPnBM 70%, cukai Rp 2,700,000.
    Hitunglah berapa pungutan-pungutan impor yang dikenakan!
    terimakasih sebelumnya

    Reply this comment
    • Administrator
      Administrator Author 23 October, 2011, 07:45

      Mbak Winni,

      Mekanisme penghitungannya sama saja.

      [-]. Pertama, trnaslasikan nilai USD ke IDR dahulu
      [-]. Hitung BM-nya: (FOB + Insurance + Freight) x tarif BM
      [-]. Hitung PPN-nya: [FOB + Insurance + Freight + BM] x tarif PPnBM
      [-]. Cukai sudah diketahui (saya tidak yakin pasti apakah ini sama dengan PPh Impor ya?)
      Catatan: menghitung PPh 22 = [FOB + Insurance + Freight + BM] x tarif PPh 22
      [-]. Total pungutan = BM + PPnBM + PPh atau Cukai

      Reply this comment
  5. William
    William 6 March, 2012, 04:38

    Slmt siang pak saya mau tanya ..
    saya ingin import barang dari malaysia ..
    dengan biaya 22.400 USD

    Saya diberi tahu jika term shipmentnya fob atau port to port ..
    bisa beri gambaran kepada saya bagaimana cara menhitung ratesnya dari malaysia ke jakarta atau surabaya ..

    regards,

    Reply this comment
  6. Evi
    Evi 13 March, 2012, 11:39

    selamat malam pak
    saya mau bertanya..mohon bantuannya
    saya mau import pakaian jadi dari china dengan biaya USD$119.8
    biaya shipping USD$42.4 untuk dikirim ke solo
    kira-kira berapa biayanya? terimakasih

    Reply this comment
  7. orie
    orie 9 June, 2012, 09:04

    judul yang bagus apa iaa admin tentang bea masuk bingung ini

    Reply this comment
  8. jessica
    jessica 27 July, 2012, 13:56

    dalam import barang (harga CIF di PIB )terdiri atas:
    1. Harga Barang (mis: FOB)
    2. Freight
    3. Insurance
    ketiga unsur di atas merupakan Harga Pokok Penjualan.
    Yang menjadi pertanyaan saya adalah jika misalnya Freight atau Insurance tdk di bayar oleh importir, apakah harus tetap di jurnal sebagai harga pokok penjualan?

    Reply this comment
  9. Dyah
    Dyah 15 May, 2013, 23:40

    Saya diminta menghitung costing untuk suatu produk barang jadi, tetapi sampai saat ini
    saya masih bingung mengenai komponen2 untuk dimasukkan ke dalam costing. Material/bahan baku
    adalah dari impor.
    yang ingin saya tanyakan: apakah dalam perhitungan costing, harga material + bea masuk + freight + ppn + pph 22 ?
    Perlukan ppn dan pph impor diperhitungkan di HPP yang nantinya sebagai dasar untuk menentukan harga jual?

    Mohon bimbingan.

    Reply this comment
  10. Darwati
    Darwati 11 November, 2013, 16:27

    Mohon bisa dihitungkan, berapa bea masuk untuk emas 1kg masuk ke Indonesia. Makasih

    Reply this comment

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*