Belajar Akuntansi, Keuangan dan Pajak, tak harus tegang.


Lebih penting lagi, tak harus bayar. Jika bermanfaat, dishare saja


Mengapa Perlu Prakiraan Arus Kas (Cash Flow Forecast)?

Mengapa Perlu Prakiraan Arus Kas (Cash Flow Forecast)?

Setiap kali berbicara tentang prakiraan arus kas (cash flow forecasting), saya selalu suka menganalogikannya dengan aktifitas mengemudi. Bayangkan ketika anda mengemudi di jalan tol—segala kejadian nampak jelas dari kejauhan. Melihat arus lalu lintas yang begitu lancar di depan sana, setiap pengemudi bukan saja merasa nyaman untuk melesat di atas kecepatan rata-rata, tetapi juga bisa melakukan manuver ke arah yang diinginkan tanpa keraguan, dengan kepercayaan diri yang penuh.

Lalu bandingkan: jika kaca depan mobil tertutup oleh debu atau kertas, misalnya. Bagaimana seorang pengemudi tahu kapan harus mengubah kecepatan atau arah?

Kemampuan untuk melihat jauh ke depan adalah alat yang ampuh—memungkinkan setiap orang yang memilikinya untuk melakukan penyesuaian yang lebih terarah terhadap setiap tantangan yang muncul.

Menjalankan usaha tidak jauh berbeda, namun terlalu banyak pemilik usaha (entrepreneur) yang mengemudi secara membabi buta ketika berhadapan (dan mengambil keputusan) terkait dengan arus kas jangka pendek mereka. Banyak pemilik usaha mengkondisikan diri mereka sendiri untuk hidup di bawah bayang-bayang ketidakjelasan—tidak pernah tahu kapan mereka akan menghadapi krisis kas, tidak menyadari bahwa mereka bisa menghilangkan kecemasan tersebut hanya dengan menghapus debu/kertas yang menghalangi pandangan mereka ke depan. Caranya? Ya bikin prakiraan atau proyeksi arus kas (cash flow forecasting).

Oke. Saya tahu banyak pengusaha yang menganggap ‘kejutan atas defisit kas (bersaldo negatif)’ adalah bagian dari menjalankan bisnis, dengan asumsi dasar bahwa tidak ada alternatif yang lebih baik, selain melakukan sesuatu setiap kali saldo kas menunjukan angka minus. Padahal sesungguhnya ada, yaitu dengan membuat prakiraan atau proyeksi arus kas (cash flow forecasting).

Setiap kali saya menyebutkan perkiraan atau proyeksi dengan sekelompok pemilik bisnis, setidaknya sepertiga dari mereka menjadi tampak skeptis. Diantara komentar yang paling skeptis yang pernah saya dengar adalah yang mengatakan, “Tidak ada cara untuk memprediksi masa depan,” atau “Saya tidak pernah tahu kapan pelanggan saya akan membayar, jadi bagaimana mungkin saya bisa memprediksi arus kas.”

Dan, tanggapan saya terhadap skeptisisme mereka selalu sama:

“Sebelum Anda mengatakan itu tidak mungkin, tolong sebutkan berapa banyak kecemasan dan kekhawatiran anda akan berkurang jika saya bisa menjamin bahwa anda tidak akan memiliki kejutan arus kas selama paling tidak 90 hari ke depan? Ya. Anda akan tahu lebih awal bahwa anda punya cukup (atau kurang) kas untuk membayar gaji pegawai bulan depan, kemampuan (atau ketidakmampuan) membayar bunga dan pokok pinjaman, membayar supplier, termasuk membayar pajak.”

Tidak peduli seberapa skeptis seorang pengusaha terhadap akurasi prakiraan (forecast), tetap saja mereka tidak dapat menyangkal satu hal bahwa mereka rata-rata tergolong problem-solver. Dan tingkat keberhasilan mereka dalam kapasitas ini akan semakin meningkat, semakin awal mereka mengendus potensi masalah—mereka menjadi memiliki lebih banyak waktu untuk memecahkan masalah tersebut.

Pertanyaan-pertanyaan berikut ini dapat membantu para pengusaha untuk mulai menyadari akan adanya kemungkinan beberapa informasi berpola yang jika disusun dengan disiplin dapat membantu mereka untuk mengurangi kecemasan terkait dengan arus kas di masa-masa yang akan datang:

  • Apakah pelanggan anda menunjukan pola tertentu dalam melakukan pembayaran terhadap poduk/jasa yang anda serahkan? (Misal: Setiap hari, setiap minggu, 2 kali sebulan, atau setiap akhir bulan)
  • Apakah anda memiliki biaya tetap (misal: biaya sewa, biaya gaji atas pegawai administrasi) yang bisa diperkirakan secara akurat untuk tiga bulan ke depan?
  • Apakah anda memiliki prosedur (tata cara) untuk menentukan kapan anda harus membayar vendor/pemasok anda?
  • Apakah anda memiliki perkiraan mengenai berapa besar volume penjualan untuk satu kuartal ke depan?

 

Dengan pertanyaan-pertanyaan di atas (dan beberapa pertanyaan lain yang sejenis) mereka dapat menemukan basis validasi, dan asumsi waktu yang dapat dipergunakan untuk memproyeksikan (membuat prakiraan) arus kas selama kurun waktu 90 hari ke depan. Informasi ini biasanya disusun mingguan, perkiraan akun untuk arus kas masuk dan keluar, beserta perkiraan saldo (besarnya jumlah yang tersisa) atas kas.

Secara keseluruhan, prakiraan (proyeksi) arus kas (cash flow forecast) adalah alat navigasi yang dapat menuntun pengusaha untuk mengambil keputusan yang lebih baik terkait dengan arus kas, termasuk tata kelola modal kerja yang labih efektif.

Tentu saja tidak akan membuat pengeluaran kas menjadi berkurang atau kas masuk menjadi bertambah. Akan tetapi, dengan prakiraan arus kas pengusaha menjadi dapat melakukan antisipasi lebih dini, sehingga memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkannya, dan keputusan yang sifatnya tergesa-gesa (membabi-buta) menjadi bisa diminimalisir.

Mr. JAK

Mr. JAK

Seorang Akuntan yang prihatin akan mahalnya biaya pendidikan dan bahan ajar, khususnya terkait dengan bidang Akuntansi, Keuangan dan pajak di Indonesia.



Related Articles

Tehnik Mencegah Pencurian (Penggelapan) Petty Cash

Kas kecil atau yang biasa disebut ‘Petty Cash’ jumlahnya memang kecil, tetapi bukan berarti bebas dari risiko pencurian (penggelapan). Tidak

Kemana Uang Perusahaan Menguap?

Pernah mendengar pertanyaan “Kemana uang saya menguap”? Jika anda orang akuntansi dan keuangan dan duduk satu kantor dengan boss, pasti

Bagimana Caranya Mengelola Modal Kerja Secara Efektif

Mengelola modal kerja (working capital) secara efektif, krusial bagi setiap usaha—apapun usaha yang dijalankan. Jika salah kelola, bukan hanya bisa

Silahkan Berkomentar

Silahkan Berkomentar
Belum ada Komentar! Anda bisa jadi yang pertama Untuk berkomentar pada artikel ini!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*