Belajar Akuntansi, Keuangan dan Pajak, tak harus tegang.


Lebih penting lagi, tak harus bayar. Jika bermanfaat, dishare saja


Jenis Pendapatan dan Biaya Kontrak Konstruksi

Jenis Pendapatan dan Biaya Kontrak Konstruksi

Jenis pendapatan pada biaya kontrak kontruksi sesungguhnya tidak jauh berbeda dibandingkan dengan aktivitas usaha lain. Tetapi karena tanggal saat aktivitas dimulai (biaya sudah timbul) dengan berakhirnya (pendapatan diterima) terjadi pada tahun buku berbeda, maka identifikasi pendapatan dan biaya akuntansinya diatur secara khusus. Hal ini dimaksudkan agar antara perusahaan kontraktor yang satu dengan lainnya menerapkan perlakuan akuntansi yang sama.

Jenis Pendapatan Kontrak Konstruksi

Pendapatan pada aktivitas kontrak kontrak konstruksi bisa terdiri dari:

1. Nilai Pendapatan Semula Yang Disetujui Dalam Kontrak – Pendapatan kontrak diukur pada nilai wajar dari imbalan yang diterima atau akan diterima. Pengukuran pendapatan kontrak dipengaruhi oleh beragam ketidakpastian yang bergantung pada hasil dari peristiwa di masa depan. Estimasi sering kali perlu untuk direvisi sesuai dengan realisasi dan hilangnya ketidakpastian. Oleh karena itu, jumlah pendapatan kontrak dapat meningkat atau menurun dari satu periode ke periode berikutnya. Misalnya:

  • Kontraktor dan pelanggan mungkin menyetujui penyimpangan atau klaim yang meningkatkan atau menurunkan pendapatan kontrak pada periode setelah periode di mana kontrak pertama kali disetujui;
  • Nilai pendapatan yang disetujui dalam kontrak dengan nilai tetap dapat meningkat karena ketentuan-ketentuan kenaikan biaya;
  • Nilai pendapatan kontrak dapat menurun karena denda yang timbul akibat keterlambatan kontraktor dalam penyelesaian kontrak tersebut; atau
  • Jika dalam kontrak harga tetap terdapat harga tetap per unit ouput, pendapatan kontrak meningkat jika jumlah unit meningkat.

2. Penyimpangan Dalam Pekerjaan Kontrak, Klaim, Dan Pembayaran Insentif—dengan syarat: (a) memungkinkan untuk menghasilkan pendapatan; dan (b) dapat diukur secara andal:

Penyimpangan – Apa yang dimaksud dengan ‘penyimpangan’ dalam hal ini? Tiada lain adalah suatu instruksi yang diberikan pelanggan mengenai perubahan dalam lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan berdasarkan kontrak. Penyimpangan dapat menimbulkan peningkatan atau penurunan dalam pendapatan kontrak. Contoh penyimpangan adalah perubahan dalam spesifikasi atau rancangan aset atau perubahan lamanya kontrak. Penyimpangan dimasukkan ke dalam pendapatan kontrak jika: (a) kemungkinan besar pelanggan akan menyetujui penyimpangan dan jumlah pendapatan yang timbul dari penyimpangan tersebut; dan (b) jumlah pendapatan dapat diukur secara andal.

Klaim – Yang dimaksud dengan ‘klaim’ dalam hal ini adalah jumlah yang diminta kontraktor kepada pelanggan atau pihak lain sebagai penggantian untuk biaya-biaya yang tidak termasuk dalam nilai kontrak. Klaim dapat timbul, misalnya, dari keterlambatan yang disebabkan oleh pelanggan, kesalahan dalam spesifikasi atau rancangan, dan perselisihan penyimpangan dalam pengerjaan kontrak. Pengukuran jumlah pendapatan yang timbul dari klaim mempunyai tingkat ketidakpastian yang tinggi dan sering kali bergantung pada hasil negosiasi. Oleh karena itu, klaim hanya dimasukkan dalam pendapatan kontrak jika: (a) negosiasi telah mencapai tingkat akhir sehingga kemungkinan besar pelanggan akan menerima klaim tersebut; dan (b) nilai klaim yang kemungkinan besar akan disetujui oleh pelanggan, dapat diukur secara andal.

Insentif – Pembayaran insentif adalah jumlah tambahan yang dibayarkan kepada kontraktor apabila standar-standar pelaksanaan yang telah ditentukan telah terpenuhi atau dilampaui. Misalnya, suatu kontrak mungkin mengizinkan suatu pembayaran tambahan kepada kontraktor untuk suatu penyelesaian yang lebih awal dari suatu kontrak. Pembayaran insentif dimasukkan dalam pendapatan kontrak jika: (a) kontrak tersebut cukup aman sehingga kemungkinan besar pelanggan memenuhi atau melampaui standar pelaksanaan; dan (b) jumlah pembayaran insentif dapat diukur secara andal.

Jenis Biaya Kontrak Konstruksi

Biaya kontrak meliputi biaya-biaya yang dapat diatribusikan pada suatu kontrak selama periode sejak tanggal kontrak itu diperoleh sampai dengan penyelesaian akhir kontrak. Akan tetapi, biaya-biaya yang berhubungan langsung dengan suatu kontrak dan terjadi untuk memperoleh kontrak juga dimasukkan sebagai bagian dari biaya kontrak jika biaya-biaya ini dapat diidentifikasi secara terpisah dan dapat diukur secara andal dan kemungkinan besar kontrak tersebut dapat diperoleh.

Jika biaya-biaya yang terjadi untuk memperoleh kontrak diakui sebagai beban pada periode terjadinya, maka biaya-biaya tersebut tidak dimasukkan dalam biaya kontrak ketika kontrak tersebut diperoleh pada periode berikut.

Biaya suatu kontrak konstruksi terdiri dari:

1. Biaya Yang Berhubungan Langsung Dengan Kontrak Tertentu – Biaya-biaya yang berhubungan langsung dengan suatu kontrak termasuk:

  • biaya pekerja lapangan, termasuk penyelia;
  • biaya bahan yang digunakan dalam konstruksi;
  • penyusutan sarana dan peralatan yang digunakan dalam kontrak tersebut;
  • biaya pemindahan sarana, peralatan, dan bahan-bahan dari dan ke lokasi pelaksanaan kontrak;
  • biaya penyewaan sarana dan peralatan;
  • biaya rancangan dan bantuan teknis yang secara langsung berhubungan dengan kontrak;
  • estimasi biaya pembetulan dan jaminan pekerjaan, termasuk yang mungkin timbul selama masa jaminan;
  • klaim dari pihak ketiga.

Biaya-biaya ini dapat dikurangi dengan keuntungan yang bersifat insidental yaitu keuntungan yang tidak termasuk dalam pendapatan kontrak, misalnya keuntungan dari penjualan kelebihan bahan dan pelepasan sarana dan peralatan pada akhir kontrak.
2. Biaya Yang Dapat Diatribusikan Dan Dialokasikan Pada Aktivitas Kontrak – Biaya-biaya yang dapat diatribusikan pada aktivitas kontrak umum dan dapat dialokasikan pada kontrak tertentu, termasuk:

  • asuransi;
  • biaya rancangan dan bantuan teknis yang tidak secara langsung berhubungan dengan kontrak tertentu; dan
  • overhead konstruksi.

Biaya tersebut itu dialokasikan dengan menggunakan metode yang sistematis dan rasional dan diterapkan secara konsisten pada semua biaya yang mempunyai karakteristik sama. Alokasi tersebut didasarkan pada tingkat normal aktivitas konstruksi. Overhead konstruksi meliputi biaya-biaya seperti penyiapan dan pemrosesan gaji karyawan konstruksi. Biaya-biaya yang dapat diatribusikan pada aktivitas kontrak secara umum dan dapat dialokasikan pada kontrak tertentu juga termasuk biaya pinjaman.

3. Biaya Lain Yang Secara Khusus Dapat Ditagihkan Ke Pelanggan Sesuai Isi Kontrak – Biaya-biaya yang secara spesifik dibebankan kepada pelanggan sesuai dengan persyaratan kontrak dapat mencakup beberapa biaya administrasi umum dan biaya pengembangan yang penggantiannya ditentukan dalam persyaratan kontrak.
Biaya yang tidak dapat diatribusikan pada aktivitas kontrak atau tidak dapat dialokasikan pada suatu kontrak dikeluarkan dari biaya kontrak konstruksi. Biaya-biaya tersebut termasuk:

  • biaya administrasi umum yang penggantiannya tidak ditentukan dalam kontrak
  • biaya pemasaran umum
  • biaya riset dan pengembangan yang penggantiannya tidak ditentukan dalam kontrak
  • penyusutan sarana dan peralatan menganggur yang tidak digunakan pada kontrak tertentu
Mr. JAK

Mr. JAK

Seorang Akuntan yang prihatin akan mahalnya biaya pendidikan dan bahan ajar, khususnya terkait dengan bidang Akuntansi, Keuangan dan pajak di Indonesia.



Related Articles

IASB Terbelit Masalah Keuangan (Defisit 2 Juta Dollar)

International Accounting Standards Board (IASB) menghadapi berbagai pertanyaan dari banyak pihak sehubungan dengan masalah keuangan yang sedang membelit mereka. Salah

Jurnal Koreksi (Pembetulan) Kesalahan Untuk Periode Yang Sama

Jurnal koreksi diperlukan untuk memperbaiki kesalahan pencatatan transaksi (baik yang diketahui di periode yang sama maupun yang yang berbeda). sesederhana

Perlakuan Akuntansi Dan Jurnal Pembagian Dividen

Sebelumnya, JAK  sudah dibahas mengenai tata cara pemotongan dan pelaporan pajak dividen. Di tulisan ini akan dibahas mengenai perlakuan akuntansi

Silahkan Berkomentar

Silahkan Berkomentar
Belum ada Komentar! Anda bisa jadi yang pertama Untuk berkomentar pada artikel ini!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*