Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H.


ttd. Jurnal Akuntansi Keuangan


Elemen Dasar Posisi Keuangan dan Persamaan Akuntansi

Elemen Dasar Posisi Keuangan dan Persamaan Akuntansi

Pemahaman tentang prinsip-prinsip pembukuan dan akuntansi sangat penting bagi siapa saja yang tertarik untuk berkarir di bidang Akuntansi dan Keuangan—termasuk para pelaku pebisnis. Pada dasarnya, tujuan pembukuan dan akuntansi tiada lain untuk memberikan informasi mengenai posisi keuangan suatu usaha atau bisnis. Informasi posisi keuangan sangat dibutuhkan oleh pemilik, manajer, kreditur, termasuk lembaga pemerintah (Ditjen Pajak, Bea Cukai dan lembaga pemerintah lainnya).

Seseorang yang melakukan aktifitas pencatatan atau perekaman transaksi-transaksi dalam suatu usaha di Indonesia disebut sebagai Pegawai Pembukuan (kadang hanya disebut Pegawai Akunting), atau Bookkeeper dalam bahasa Inggris. Sedangkan untuk proses mengklasifikasikan dan meringkas transaksi bisnis dan menafsirkan efek-efeknya biasanya dilakukan oleh seorang Akuntan. Sehingga secara ringkas bisa dikatakan bahwa proses pencatatannya dilakukan oleh seorang pegawai Pembukuan, sedangkan interpretasinya dilakukan oleh seorang Akuntan.

 

Elemen Dasar Posisi Keuangan dan Persamaan Dasar Akuntansi

Kondisi (posisi) keuangan perusahaan—dalam Akuntansi populer disebut Neraca–ditunjukan dalam sebuah formula (rumus) yang disebut dengan Persamaan Akuntansi. Formula ini tiada lain merupakan hubungan saling terkait antara: Aktiva (Asset) dengan Kewajiban (Liability) dan Modal (Capital):

Aset (Asset) – Kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan ditunjukan dalam nilai uang tertentu (karena memang memiliki nilai uang)—misalnya: Kas (Cash), Persediaan (Inventory), Gedung (Building), dan Peralatan (Equipment).

Kewajiban (Liability) – Jumlah utang kepada lihak luar—misalnya: surat hutang, hutang, hutang obligasi.

Modal (Capital) – Kepentingan pemilik dalam suatu perusahaan yang ditunjukan dengan cara menyetor uang atau bentuk kekayaan lain. Modal juga biasa disebut dengan Ekuitas Pemilik (Owner Equity).

Sekalilagi, ketiga elemen dasar ini terkait satu sama lainnya dalam sebuah hubungan yang disebut Persamaan Akuntansi. Persamaan ini menyatakan kesamaan aset di satu sisi dengan klaim para kreditur dan pemilik di sisi lainnya. Dalam bentuk formula menjadi:

Aktiva = Kewajiban + Ekuitas Pemilik

[box_light]Untuk diingat: Persamaan akuntansi Aktiva = Kewajiban + Ekuitas Pemilik harus seimbang setelah setiap transaksi.[/box_light]

Contoh:

Selama bulan Januari, Bapak Bondan, seorang Pengacara:

1. Menginvestasikan Rp 5.000.000 untuk membuka praktek hukum-Nya.
2. Membeli perlengkapan kantor secara kredit pada sebesar Rp 500.000
3. Menerima uang tunai sebesar Rp 2.000.000 dari klien.
4. Mengeluarkan uang tunai untuk membayar hutang sebesar Rp 100.000
5. Menarik uang sebesar Rp 500.000 untuk penggunaan pribadi.

Transaksi ini dapat dianalisa dan dicatat sebagai berikut:

Aktiva                     =  Kewajiban                + Modal

1. Kas                                                                 Pak Bondan, Modal1.

+ $ 5.000             =                                        + $ 5.000

2. Perlengkapan      Hutang

+ $ 500                 =   + $ 500

3. Kas                          Pendapatan

+ $ 2.000             =   + $ 2.000

4. Kas                         Hutang

- $ 100                  = – $ 100

5. Kas                                                                  Pak Bondan, Modal

- $ 500                  =                                          - $ 500

Dari contoh di atas terlihat jelas bahwa untuk setiap transaksi, ada dua entri yang dibuat. Dan, di setiap akhir transaksi, persamaan akuntansi tetap dalam kondisi seimbang (balance).

Mr. JAK

Mr. JAK

Seorang Akuntan yang prihatin akan mahalnya biaya pendidikan dan bahan ajar, khususnya terkait dengan bidang Akuntansi, Keuangan dan pajak di Indonesia.



Related Articles

Cara Mudah Menentukan Harga Pokok Penjualan

Menentukan Harga Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold) adalah salah satu wilayah pekerjaan yang sering membingungkan bagi pegawai accounting—terutama pemula

Menghitung dan Menginterpretasikan Rasio Laporan Keuangan

Produk akhir paling penting dari proses akuntansi adalah Laporan Keuangan. Namun tanpa dianalisa, laporan keuangan tak lebih dari “buku diary”

Siklus Pendapatan (Penjualan) dan Utang (Pembelian)

Akuntansi, pada dasarnya adalah rangkaian proses berbagai aktivitas keuangan dan bisnis yang disebut dengan “Siklus Akuntansi (Accounting Cycle)”—yang terdiri dari:

  1. sudarsono
    sudarsono 13 October, 2011, 05:40

    kenapa dalam pencatatan selama sekolah dulu tidak menekankan pentingnya bagan aku atau (COA) kalau di lihat dari persamaan akuntansi memang seperti di atas tersebut, tapi dalam Praktiknya pencatatan harus di sesuaikan dengan bagan akun atau coa tersebut.. kalau tidak begitu maka kelompok2 pelaporan tidak jelas… misalnya pada soaal di atas mengaambil uang pribadi, kalau di bagan akun tidak ada maka prive langsung masuk modal???? padahal prive memengaruhi modal.. pada laporan perubahan modal. nah kalau dalam COA kan perlu di spesivikasi… apakah mungkin langsung di lihat modal bukan prive secara nyata??

    Reply this comment
    • Administrator
      Administrator Author 13 October, 2011, 06:56

      Betul. dari pengalaman saya pribadi di kampus dulu, pemahaman bagan akun memang tidak mendapat porsi khusus. Bisa dibilang mahasiswa belajar sambil lalu saja.

      Padahal, konsep dasarnya justru arus paham jenis-jenis Laporan Keuangan (L/R, Neraca, Perubahan Modal) yang di dalamnya terdiri dari berbagai macam ‘akun’ (account), terlebih dahulu.

      Sekumpulan akun-akun yang disusun secara sistematis (untuk memudahkan pemahaman struktur keuangan) inilah yang kita sebut ‘bagan akun’ (chart of account).

      Mencoba memahami laporan keuangan, mau-tidak mau, ya harus belajar bagan akun. Setelah paham bagan akun, baru accounting technical-nya (debit-credit, alur-proses, dll), termasuk penyusunan sistim kendali.

      Khusus penarikan uang pribadi oleh pemilik/direktur, tidak selalu masuk akun Prive. Akun Prive hanya dikenal di perusahaan non-PT. Sedangkan di perusahaan yang badan usahanya PT, dalam catatan transaksi perusahaan diakui sebagai ‘Piutang Pegawai’ yang artinya: suatu saat nanti harus dilunasi oleh si penarik/direkturnya.

      Kalau perusahaan Non-PT, ya memang dicatat ke dalam akun ‘Prive’. Naik-turun-nya saldo akun Prive berpengaruh langung ke Modal. Untuk diketahui saja, prive boleh langsung dilawankan ke akun Modal. Prinsipnya sama saja. Toh akhirnya, akan ke modal juga. Pada prakteknya, Laporan Perubahan Modal jarang dipakai. Karena perubahan modal sesungguhnya sudah bisa dilihat langsung di Neraca.

      Reply this comment
  2. Mega
    Mega 21 October, 2011, 01:13

    Pagi, saya mau tanya. prive itu masuk ke laporan L/R atau Neraca ya dalam Worksheet ?

    Reply this comment
    • Administrator
      Administrator Author 23 October, 2011, 07:52

      Mbak Mega,

      Prive masuknya ke Laporan Perubahan Modal (jika ada) atau langsung ke Neraca. Yang jelas tidak ke Laporan Laba Rugi.

      Reply this comment
  3. agung
    agung 8 December, 2011, 06:06

    yup saya setuju dengan admin,,,kalau prive pada PT disebut piutang….tapi sebabnya apa karena PT itu bukan milik pribadi ya, kalau ambil ya harus dikembalikan dengan kata lain disebut piutang biar tidak di timpukin pemilik modal yang laen…..kalo perusahaan pribadi kan terserah itu uang mau di apa apain jadi namanya prive. . . .

    Reply this comment
  4. elviana
    elviana 29 March, 2012, 05:15

    bisa dijelaskan secara detail apa hubungan akuntansi manajemen dengan pengambilan keputusan??thankx

    Reply this comment
    • Administrator
      Administrator Author 29 March, 2012, 05:45

      @Elviana:

      Ini pasti PR dari sekolah/kampus ya? :D

      Jawab saja dengan: “Hubungan akuntansi manajemen dengan pengambil keputusan baik-baik saja, walaupun kadang saling ngambek.” hahahaha…. (maaf becanda).

      Yang jelas hubungannya sangat mesra, dalam artian: erat. Data yang dihasilkan oleh Akuntansi manajemen bisa menjadi bahan pertimbangan dalam:

      - Menilai kinerja perusahaan dan pegawainya
      - Penentuan strategi perusahaan (bisnis), saat ini dan ke depannya.
      - Langkah perbaikan untuk meningkatkan efektifitas kinerja.
      - Dan lain sebagainya.

      Reply this comment
  5. ara
    ara 22 July, 2012, 00:11

    terima kasiiiih untuk semua artikelnyaa ya. sangat berguna dan membantu dalam mendalami akuntansi =D =D

    Reply this comment

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*