Akuntansi, Keuangan dan Pajak, tak harus sulit. Kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit


Kalau bisa gratis kenapa harus bayar. Jika bermanfaat, dishare saja


Apa Itu Obligasi (Bond), Apa Saja Jenis-jenisnya?

Apa Itu Obligasi (Bond), Apa Saja Jenis-jenisnya?

Apa itu obligasi (bond)? Pada dasarnya, obligasi atau ‘bond‘ adalah janji yang ditulis oleh sebuah perusahaan untuk membayar pokok pinjaman, ditambah bunga. Seseorang yang membeli obligasi, sesungguhnya tiada lain adalah memberi pinjaman uang kepada penerbit obligasi. Atas pembelian obligasi tersebut, dia akan menerima secarik kertas obligasi yang berisi janji untuk membayar pokok ditambah bunga dari perusahaan penerbit. Obligasi ini, pada dasarnya, adalah bentuk resmi dari “surat hutang”—dalam bahasa asing sering disebut ‘I owe You (IoU)’.

Penerbitan obligasi selalu disertai kontrak (disebut perjanjian atau indenture), yang menentukan berbagai karakteristik obligasi. Karakteristik tersebut meliputi tanggal jatuh tempo, tingkat suku bunga, dan provisi-provisi.

Beberapa jenis obligasi yang umum, antara lain:

Obligasi Dengan Jaminan (Secured Bon) didukung dengan jaminan seperti real estat atau investasi lainnya, sedangkan obligasi tanpa jaminan (unsecured bond), tidak. Sebuah contoh umum dari obligasi berisiko tinggi (tidak aman) adalah apa yang biasa disebut ‘Junk Obligation’—dengan tingkat suku bunga tinggi karena risikonya juga tinggi.

Jenis obligasi berjangka (term bond) membayar seluruh pokok pada satu tanggal-tanggal jatuh tempo-sementara obligasi berseri (serial bond) membayar pokok dalam angsuran. Obligasi konversi (convertible bond) dapat ditukar dengan saham perusahaan penerbit.

Obligasi yang didukung komoditas (commodity-backed bond) ditebus kembali dalam komoditas seperti minyak, batu bara, atau logam mulia (bukan uang tunai).

Obligasi deep-discount (“zero coupon“) tidak dikenakan bunga. Sebaliknya bond dijual dengan diskon tinggi. Sehingga ada efek bunga pada saat jatuh tempo bila pembeli menerima nilai nominal penuh. Obligasi Callable (callable obligation) memberikan penerbit (perusahaan) hak untuk membayar obligasi sebelum tanggal jatuh tempo.

Mr. JAK

Mr. JAK

Seorang Akuntan yang prihatin akan mahalnya biaya pendidikan dan bahan ajar, khususnya terkait dengan bidang Akuntansi, Keuangan dan pajak di Indonesia.



Related Articles

Cara Menghitung dan Menjurnal Bea Masuk Impor

Bagi teman-teman akuntan yang menangani perusahaan impotir, memahami cara menghitung bea dan menjurnal bea masuk impor sangat penting. Dan untuk

Cara Menjurnal Transaksi Insentif Penjualan (Point Belanja)

Dalam lingkungan persaingan bisnis yang makin ketat, nyaris semua perusahaan menawarkan program insentif tertentu bagi para pelanggannya—yang lumrah disebut “insentif

Cara Mudah Menghitung Harga Pokok Penjualan Sekaligus Alurnya

Bagimana caranya menghitung harga pokok penjualan? Pertanyaan ini sering saya gunakan untuk test penerimaan calon pegawai di bagian accounting. Melalui

Silahkan Berkomentar

Silahkan Berkomentar
Belum ada Komentar! Anda bisa jadi yang pertama Untuk berkomentar pada artikel ini!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*