Akuntansi, Keuangan dan Pajak, tak harus sulit. Kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit


Kalau bisa gratis kenapa harus bayar. Jika bermanfaat, dishare saja


Belajar Akuntansi Gampang-Gampang Susah

Belajar Akuntansi Gampang-Gampang Susah

Komentar orang yang pertamakali mencoba memahami Akuntansi, biasanya beragam. Ada yang bilang, “Ternyata gampang ya..”. Tetapi lebih banyak yang bilang “susah”. Itu menunjukan, tingkat kesulitan belajar Akuntansi adalah relatif. Relatif pada:

  • Anda sendiri yang belajar—apakah anda suka Akuntansi? Apakah sungguh-sungguh mau belajar? Dan seterusnya.
  • Guru (tutor) yang mengajar—apakah cara menjelaskannya cukup mudah diikuti? Apakah memakai contoh kasus yang mudah dilogikakan? Dan seterusnya.

Jika jawabannya semua ‘IYA’, sudah pasti belajar Akuntansi itu mudah dan menyenangkan, demikian sebaliknya.
Yang jelas Akuntansi tidak ada bedanya dengan bidang-bidang lain (misalnya: Manajemen, Sosiologi, dll), yaitu ada bagian-bagian tertentu yang memang harus di hafal, sebagian besarnya lagi memakai logika. Kurang-lebih seperti ini:

Pertamanya mungkin anda belajar persamaan akuntansi. Bagian ini harus di hafal. Selanjutnya anda belajar menjurnal. Jika anda hafal dengan persamaan akuntansi, maka di bagian menjurnalnya tinggal pakai logika. Demikian juga materi-materi lainnya—baik itu di tingkat dasar (basic), menengah (intermediate) maupun lanjutan (advance).

Di Jurnal Akuntansi Keuangan (JAK), semuanya dapat diikuti dengan mudah. Asalkan sungguh-sungguh mau belajar, ada rasa suka, niscaya belajar Akuntansi itu memang gampang-gampang (bukan ‘gampang-gampang susah’).

Mr. JAK

Mr. JAK

Seorang Akuntan yang prihatin akan mahalnya biaya pendidikan dan bahan ajar, khususnya terkait dengan bidang Akuntansi, Keuangan dan pajak di Indonesia.



Related Articles

Apa itu Fraud, Apa Saja Jenis-Modusnya (Plus Contoh), Di Bag Mana Terjadi?

Fraud, dalam banyak jenis dan modus, sudah menjadi permasalahan klasik di dalam aktivitas bisnis, sejak dahulu kala hingga kini. Begitu

Apakah Perusahaan Kecil Perlu Menerapkan Pembukuan-Akuntansi?

Pertanyaan “apakah perusahaan (kecil) saya perlu menerapkan pembukuan-akuntansi” ini sangat sering diajukan oleh pengusaha kecil (UKM), misalnya: salon kecantikan, toko

Jurnal Surat Berharga: Diukur Pada Nilai Wajar Melalui LR

Lanjutan dari tulisan sebelumnya mengenai: Pengakuan, Pengukuran dan Pelaporan Surat Berharga Pada Bank. Di tulisan ini saya akan sajikan ilustrasi

  1. Aseng
    Aseng 8 March, 2012, 01:32

    artikel yang inspiratif sekai.. penekanan diawal “Asalkan sungguh-sungguh mau belajar, ada rasa suka, niscaya belajar Akuntansi itu memang gampang-gampang (bukan ‘gampang-gampang susah’)” ditambah tutor yang pas akan membuat belajar akuntansi itu menyenangkan bukan memusingkan. (menyenangkan dengan segala tantangannya :) )

    Reply this comment
  2. Martin
    Martin 10 April, 2012, 03:22

    numpang baca2 artikel akuntansinya karena lg mau belajar akuntansi.. tapi aku terkesima dengan web-nya… keren banget!!! pengen punya web seperti ini…

    Reply this comment
  3. Jingga Matahari
    Jingga Matahari 6 May, 2012, 13:57

    keren smuaaaa,aku dah baca dari depan,smpe belakang sini,,

    Reply this comment
  4. hyeIn
    hyeIn 2 August, 2013, 09:09

    kalau ga suka akuntansi, passionya bukan akuntansi tapi terpaksa belajar akuntansi dan berusaha untuk belaja bakal menyenangkan ga??
    nah…

    Reply this comment

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*